Di sini Teror, di sana Damai

Judul : Umat Bergerak: Mobilisasi Damai Kaum Islamis di Indonesia, Malaysia, dan Turki
Penulis : Julie Chernov Hwang
Penerbit : Freedom Institute, Jakarta
Terbit : Februari 2011
Halaman : 366

Terorisme tidak ada habisnya. Usai para pelaku teror bom buku tertangkap, polisi baru-baru ini menangkap pimpinan pesantren Umar bin Khattab, Bima, Nusa tenggara Barat. Penangkapan tersebut menyusul bom yang meledak di dalam pesantren tersebut dan salah satu penghuninya membunuh polisi atas dasar doktrik pengkafiran (takfir). Apa sesungguhnya akar kekerasan yang dilakukan teroris Islamis—kelompok yang ingin menegakkan syariat Islam sebagai aturan publik yang formal—ini? Apa tidak ada cara untuk mengatasi kekerasan yang dilakukan sebagian kelompok Islamis ini?

Julie Chernov Hwang, asisten profesor Ilmu Politik dan Hubungan Internasional di Goucher College, Amerika Serikat, dalam buku ini mengajak kita bertanya dengan cara yang berbeda. Untuk mempelajari kekerasan, mari pelajari juga perdamaian. Mengapa kekerasan terjadi di satu tempat dan tidak di tempat lain? Betul bahwa Jemaah Islamiyah (JI) dengan leluasa dapat melakukan aksi teror di Indonesia. Tetapi mengapa kelompok yang sama tidak berkembang di Turki dan Malaysia, dua negara yang penduduk Muslimnya dominan? Continue reading

Kontroversi Pendirian Gereja di Jakarta

Problem pendirian gereja sudah lama menjadi duri dalam daging hubungan antarumat beragama di Indonesia. Berbagai rezim pemerintahan berganti, aturan pun direvisi, namun persoalan ini tak pernah selesai. Yang mengkhawatirkan adalah ketegangan sosial yang kerap ditimbulkannya, bahkan menjadi kekerasan. Setelah era Reformasi, upaya baik pemerintah lewat Peraturan Bersama Menteri (2006) dan pendirian Forum Kerukunan Umat Beragama, juga tetap belum dapat menyelesaikan persoalan ini. Ada banyak faktor lain yang perlu ditelisik lebih teliti.

Monograf ini merupakan hasil kerja tim peneliti mitra CRCS yang terdiri dari dari Yayasan Paramadina, Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik Universitas Gadjah Mada (MPRK-UGM) dan Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) tentang problematika pendirian gereja di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat faktor-faktor yang berperan, baik dalam menginisiasi maupun menyelesaikan konflik terkait rumah ibadah.

Continue reading

Memahami Kembali Arti Keragaman

Keragaman adalah takdir bagi kita, masyarakat Indonesia. Sehingga, keinginan untuk menyeragamankan masyarakat adalah kesia-siaan. Tragisnya, keragaman, khususnya agama, selalu menjadi lahan paling sensitif untuk melahirkan konflik. Konflik akibat keragaman alami. Menjadi masalah kemudian jika konflik tersebut bermuara pada aksi kekerasan. Perusakan harta benda, penganiayaan , bahkan pembunuhan. Artikel ini ingin mengkaji keragaman dari beberapa perspektif: personal, sosial dan institusional. Dengan cara itu, berharap kita sadar bahwa keragaman tidak sepantasnya menjadi sumber petaka, melah sebaliknya menjadi sumber daya untuk membangun bangsa lebih kuat dan bisa bersaing dengan nagara lain.

[Artikel ini dimuat di Jurnal Harmoni, Litbang Kementrian Agama Republik Indonesia, 2010].

_________________________

Reading time: 7-10 minute

Continue reading