Renungan

"Adil Sejak dalam Pikiran"

Surat

leave a comment »


Melalui surat ini, a titipkan detik pagi dalam gumam mentari. Tak banyak yang ingin a ungkap, hanya setetes embun pohon jati yang tumbang senja lalu. Tak henti-hentinya a rasakan  rintik hujan menampar patahannya.

Surat ini sebagai tanda bukti kasih sayang pengemis pada anaknya. Anak malang yang terpenjara di hutan tak bertuan. Maukah kau menjadi anak panah arjuna yang menembus jantung waktunya?

Sekian surat ngaco ini. Semoga matahari masih muncul di timur dan kembali ke timur. Menatapmu di lorong waktu yang hampir pagi.

Written by Admin

August 5, 2009 at 10:37 am

Posted in Puisi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: