Renungan

"Adil Sejak dalam Pikiran"

Razia itu Tidak Islami dan Bravo Polisi

leave a comment »


Razia itu tidak Islami dan Barvo Polisi

Oleh Husni Mubarak

Tanpa sengaja, saya mampir di website tvOne. Saya menemukan satu berita penting: di Yogyakarta, polisi membubarkan razia FPI. Menurut polisi, dan ini yang menarik, FPI mengganggu ketertiban umum. Sebelum dibubarkan polisi, FMI merazia beberapa tempat termasuk salon kecantikan.

Beritanya bisa anda lihat di tvOne.co.id

Kelakuan FPI yang setiap Ramadhan melakukan razia menyalahi dua wilayah: negara dan agama. Secara hukum positif (negara), mereka adalah masyarakat yang melakukan tindakan illegal. Mereka adalah warga sipil yang tidak punya hak mengurusi urusan dan aktivitas orang lain. Malah, tindakan razia yang mereka lakukan bisa masuk wilayah kriminal jika sudah mengancam atau merusak fasilitas objek razia. Jadi, razia yang dilakukan oleh organisasi, apapun termasuk FPI, tidak benar secara hukum positif.

demikian juga secara agama mereka salah. Khususnya kesalahan mereka pada cara: razia. Argumen dasar mereka memang dibenarkan agama: nahyi al-munkar, mencegah kemunkaran. Namun, pada saat nahyi al-munkar diterjemahkan dengan razia, salah. Saya katakan salah karena al-Quran maupun sunnah nabi tidak ada yang membenarkan cara razia sebagai nahyi al-munkar.

Dalam alquran, kitab suci ummat Islam, Qs. An-Nahl: 25 mengurai bagaimana dakwah dilakukan. Kira-kira terjemahnnya demikian: Serulah kepada jalan yang benar dengan hikmah, tauladan yang baik dan debatlah dengan mereka dengan adu argumen yang paling baik. Pertama, hikmah. hikmah biasanya diartikean sebagai kebijaksanaan. Apakah razia adalah dakwah yang bijaksana? Jelas jawabannya tidak. Razia malah meresahkan orang yang menjadi korbannya.

Kedua, berdakwahlah dengan memberi tauladan yang baik. Adakah razia adalah tauladan yang baik. Dengan hakul yakin saya katakan bahwa razia bukan tauladan yang baik. Malah, tidak sedikit akhirnya orang anti pati terhadap mereka. Jadi, Razia bukan bentuk dakwah yang diajurkan alquran. Razia bertentangan dengan al-quran.

Ketiga, berdebatlah dengan adu argumentasi yang paling baik. Bagian ini adalah anjuran riil dari alquran untuk senantiasa mengedepankan dialog, betapapun rumit dan kerasnya persoalan. Mengedepankan argumen yang jelas dalam rangka nahyi al-munkar akan menarik simpati dan memungkinkan pencegahan. Tidak sebaliknya: menimbulkan permusuhan. Maka, tidak diragukan lagi razia juga tidak masuk kategori ketiga ini.

Kesimpulan saya, razia model FPI dan lain-lain adalah bentuk dakwah yang tidak dibenarkan oleh sistem negara kita dan bertentangan dengan ajaran al-Quran, sumber utama umat Islam.

Bravo Polisi

Jika demikian, maka polisi sudah sah membubarkan razia yang dilakukan FPI. Secara hukum positif benar, menurut Islam juga razia tidak Islami. Keberanian polisi membubarkan razia tadi malam patut diacungi jempol. Barvo polisi.

Jujur saja, belakangan banyak sekali orang yang mergukan polisi. Berbagai tindak kekerasan atas nama agama terjadi, dan polisi tidak banyak melakukan apa-apa dalam kasus-kasus yang ada. Meskipun demikian, saya sangat yakin bahwa polisi dari tingkat yang paling tinggi, dari lubuk hati yang paling dalam, meinginginkan perdamian tercipta di muka bumi Indonesia tercinta ini. Karena itu, pembubaran razia di Yogyakarta membuktikan keyakinan saya itu. Sekali lagi, bravo polisi (sembari mengacungkan dua jempol).***

Written by Admin

August 27, 2009 at 7:08 am

Posted in Kolom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: