Renungan

"Adil Sejak dalam Pikiran"

Jurus Pertahanan Partai Golkar

leave a comment »


Hari ini, musyawarah nasional (munas) partai Golkar berakhir. Hari ini pimpinan daerah tingkat I dan II menjatuhkan pilihan. Dan malam ini pula, Golkar tampil dengan punggawa baru, Abu Rizal Bakri.

Munas Golkar menarik diamati bukan siapa yang menjadi pemimpin. Berbagai atraksi pada Munas kali ini, dapat kita pelajari jurus pertahanan partai dengan cirri khas warna kuning ini.

Pasca rezim ore baru runtuh, serangan bertubi-tubi melalui aksi mahasiswa maupun pemberitaan negatif media massa tak melumpuhkan struktur organisasi dan menggoyahkan keyakinan pemilih setianya. Apa jurus partai Golkar dapat bertengger sebagai the big three pada pemilu legislatif lalu?

***

Di satu sudut, ilmuan menilai bahwa partai politik bertahan berkat kekuatan ideologi. Tanpa ideologi, bagi mereka, partai politik tidak akan bertahan lama. Ideologi menjadi titik berangkat semua anggota mempertahankan partai tersebut. Semakin ideologi tangguh semakin kuat pula partai tersebut. Dan bila ideologi rapuh, partai politik dengan sendirinya hancur.

Keberatan atas teori ideologi ini adalah bahwa ideologi tidak tunggal. Secara formal, partai politik memiliki satu ideologi. Tetapi, pada prakteknya, interpretasi atas ideologi tidak bisa dikendalikan menjadi tunggal. Banyaknya interpretasi atas ideologi suatau partai sebanyak jumlah kepala dalam partai tersebut.

Multiinterpretasi atas ideologi tidak jarang melahirkan konflik. Namun demikian, konflik atas dasar ideologi dalam partai politik bukan pemandangan unik. Justru konflik atas dasar ideologi dalam tubuh partai menjadi modal dasar bertahan. Ideologi boleh rapuh, partai tetap bertahan. Hal ini dapat kita saksikan dalam perjalanan Golkar sebagai partai.

Pada sudut lainnya, ketangguhan partai politik ada pada ketangguhan kelembagaan. Beberapa unsur penting, seperti fungsi, aturan main dan prosedur-prosedur musti baku dan stabil. Dengan infrastruktur yang mapan, partai siap menghadapi berbagai perubahan yang ada. Sehingga sipapun penghuninya, partai dapat mengatasi tekanan-tekanan dan dapat dengan segera pulih kembali.

Teori ini terlalu menekankan faktor lembaga dengan berbagai prosedur dan aturan mainnya. Prosedur dan struktur organisasi saja tidak cukup bagi Golkar menghadapi tekanan bertubi-tubi dari berbagai pihak pasca jatuhnya rezin orde Baru. Golkar dalam masa transisi, bak anak burung kehilangan induknya.

Kalau tidak hancur, bekas partai penguasa ini bisa ditinggalkan begitu saja oleh anggitanya. Namun, Golkar dapat melalui transisi dengan cukup leluasa. Bahkan tidak perlu menunggu lama, tahun 2004 menjadi partai dengan suara terbanyak di parlemen.

***

Jika ideologi dan kelembagaan tidak cukup, faktor apa gerangan sehingga Golkar bisa bertahan melewati tekanan pada masa transisi? William Liddle, indonesianis tersohor asal Amerika, mengusulkan aktor sebagai faktor penting untuk menganalisis politik Indonesia. Menekankan faktor aktor dalam dinamika pola pertahanan partai Golkar masuk akal.

Pada Munas di Riau kemarin memperlihatkan bahwa ketangguhan aktor atau para pemimpin di tubuh Golkar memungkinakn pertahanan dari bergagai tekanan mampu terlewati. Pertarungan antara kubu memperebutkan posisi puncak partai Golkar memperlihatkan pertarungan antar pemimpin.

Masing-masing kubu tidak datang sendirian, mengandalkan karisma kandidat. Gerbong masing-masing kubu membawa sejumlah pemimpin yang secara matematis bersaing, merumuskan taktik untuk memenangi pertarungan demi menempati singgasana partai Golkar. Keterlibatan aktif masing-masing aktor di masing-masing kubu memungkinkan berbagai kreativitas muncul demi kekuasaan.

Masing-masing kepala menyumbangkan ide dan pikiran mempertahankan diri. Pola pertahanan diri berujung pada pola mempertahankan organisasi. Meski terlihat menjemukan, proses dalam Munas seperti diperlihatkan kemarin membiarkan konflik yang seolah tak berujung. Namun, ketika proses telah berlalu, semua pihak berkonsentrasi mempertahankan partai.

Pihak pemenang bersiap dengan segala program dan perubahan untuk menyongsong masa depan partai. Menempatkan aktor-aktor terbaiknya menempati posisi strategis menghadapi lawan dari luar. Di sisi lain, pihak yang kalah tidak berhenti dan kabur dari medan. Mereka aktif melancarkan kritik tajam yang kemudian direspons dengan strategi baru. Dialektika dua pihak semacam ini menyumbangkan energi memperkuat pertahanan partai dari berbagai tekanan.

Berbeda dengan partai lainya, Golkar menjadi satu-satunya partai yang besar tanpa mengandalakan, meminjam istilah Weber, kepemimpinan karismatik. Mereka bertarung mengandalkan kemampuan, strategi dan taktik. Taktik dan strategi tidak muncul dari satu orang atau kelompok, tapi beberapa. Keragaman taktik dan strategi inilah yang menyumbangkan banyak gagasan mengenai bagaimana cara bertahan.

***

Partai modern mau tidak mau bergantung pada kaderisasi. Partai dianggap modern jika ia dapat bertahan dalam berbagai kondisi. Pertahanan tersebut terwujud berkat keragamana gagasan dan kreativitas dari aktor di dalamnya. Masing-masing mengusulkan gagasan, strategi dan taktik yang rasional. Sehingga, partai tidak bergantung pada sesosok pemimpin, melainkan pada keragaman pola dan cara membangun organisasi.

Ideologi dan struktur organisasi hanyalah wadah. Prasyarat utama bagaimana bisa bertahan dan menjadi partai kuat, peran aktor tidak dapat dielakan. Dan Golkar, terlihat dalam Munas tersebut, bertahan melalui banyak jurus.

Sayang, Munas tersebut masih saja tercium bau politik uang. Semestinya, partai sebesar Golkar sudah mesti terbebas dari politik uang. Politik uang hanya cerminan dari ketidakpercayaan pada kemampuan diri sendiri. Sehingga konsekuensinya, politik uang hanya akan memangkas tingkat kepercayaan manakala transksi berakhir. Dan, lambat laun, tingkat kepercayaan publik pun membusuk selepas transaksi sebagai tanda berakhirnya ikatan emosional.[]

Written by Admin

October 16, 2009 at 8:20 am

Posted in Kolom

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: