Renungan

"Adil Sejak dalam Pikiran"

Nama

leave a comment »


Saat bapak memberi nama kepadaku, 30 tahun lalu, tak pernah terpikir peristiwa ini bakal terjadi. Menurut kisahnya, nama saya dipilih sebagai cermin nama besar pemimpin muslim di dunia.

‘Next..’ kata profesor Adam Seligman. Saya kemudian memperkenalkan diri dalam bahasa inggris. Baru saja menyebut nama, sebagian hadirin sontak tertawa.

Hadirin kembali tertawa ketika, Eid, peserta asal Mesir memperkenalkan diri. Di bagian akhir perkenalannya, dia katakan bahwa dia tidak merasa sendirian di forum itu. Ia merasa aman karena “saya bersama ‘my presiden’,” katanya. Dan, semua mata terarah kepada saya.

Tentu saja, mereka tidak sedang menertawakan saya. Mereka hanya heran, kok bisa namaku sama dengan nama presiden otoriter, yg kini dituntut hukum gantung? Apa alasan di balik bapakku memberi nama ini: Husni Mubarok?

Di beberapa kesempatan obrolan santai, beberapa teman terutama dari Kroasia, Afghanistan, dan Sudan Utara bertanya serius. Saya menjawab atas dasar dugaan belaka bahwa timing, saat saya terlahir, bertepatan dengan naiknya Hosni Mubarak sebagai presiden Mesir. Saat itu, ia sangat terkenal hingga ke kampungku, di Garut nun jauh di sana. Tak hanya itu, Hosni saat itu dinilai sebagai salah satu pemimpin Muslim yang disegani di dunia internasional. Saya bilang, ya mungkin orang tua saya berharap, saat itu, saya sepertinya.

Saya sudah pasti tidak akan mengikuti rekam jejak Hosni Mubarakyang otoriter itu. Selain karena saya bukan politisi, saya sama sekali tidak suka model pemerintahan yang otoriter.

Teman-teman saya itu tertawa semakin keras ketika saya katakan bahwa semasa saya kuliah di UIN, Jakarta, ada lebih dari 10 orang yang menyandang nama Husni Mubarok. Jadi, rupanya ada banyak orang tua yg terobsesi dengan nama itu.

Dua minggu kemudian, setelah kita berbagi pemikiran, karakter, kebiasaan dan bermacam gaya dan tingkah, nama saya tak lagi terasosiasi ke preisden Mesir yg otoriter itu. Mereka kini menilai atas perilaku, sikap, pikiran saya sebagai person atau pribadi yang mandiri. Baik buruk makna nama pada akhirnya bergantung pada perilaku si empunya nama tersebut.

Bukankah nama-nama para penyerang warga Syiah di Sampang, warga Ahmadiyah di Cikeusik, jamaah HKBP Ciketing memiliki nama-nama yang baik. Tetapi kenapa perilaku mereka buruk? Jelas bahwa pendidikan yang menghantarkan si empunya nama tersebut hingga dewasa yang menyebabkan pertentangan tersebut.

Untuk itu, kepada orang tua yang tengah menanti kelahiran anak, pilihlah nama yang baik untuknya. Meski begitu, tetep tidak boleh terjebak dengan uangkapan: nama adalah doa. Ungkapan ini tidak salah. Hanya saja, kita tidak boleh berhenti pada memberi nama belaka sebagai wujud doa. Sebagai orang tua, kita harus bertanggungjawab pada pendidikan si anak agar ia kelak menjadi manusia yang berperilaku baik, cerdas, kreatif dan sebagainya. Tanpa pendidikan yang baik, nama sebaik Husni Mubarak (kebaikan yang terberkati) sekalipun malah menjadi seorang pemimpin yang otoriter. Mengerikan, bukan?

Nama akan punya asosiasi stereotipikal pada pendengaran pertama. Selanjutnya, nama akan diasosiasikan kepada  perilaku si empunya nama. Oleh karena itu, siapapun anda, yang pasti semua punya nama dong, jaga perilakumu dari perilaku buruk seperti korupsi, melukai apalagi membunuh orang lain. Karena perilakumu menjadi basis penilaian pada citra baik atau buruk namamu.

Kepada pra orang tua, selamat memilih nama yang baik untuk calon anak-anakmu. Dan, kepada siapa saja yang kini memiliki nama, bertanggungjawablah pada diri sendiri. Namamu bergantung pada perilakumu.

Written by Admin

September 5, 2012 at 6:17 am

Posted in Esai

Tagged with , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: