Renungan

"Adil Sejak dalam Pikiran"

Mencegah Eskalasi Konflik Keagamaan

leave a comment »


Konflik keagamaan adalah salah satu masalah paling serius bangsa Indonesia pasca era Orde Baru. Namun, amat sedikit sekali laporan media massa maupun lembaga penelitian, yang menyajikan data mengenai konflik yang berhasil diatasi. Artikel ini mengulas insiden konflik antarkelompok agama, Natal Bersama, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tahun 2012. Artikel ini berusaha menjawab mengapa dan bagaimana konflik ini diatasi? Apa saja implikasi bagi penanganan konflik keagamaan di Indonesia?

***

Salah satu masalah serius, dan menjadi catatan sejumlah lembaga pemantau hak asasi manusia (HAM) nasional maupun internasional, pasca reformasi adalah konflik berbasis agama.[1] Konflik ini pada rezim Orde Baru tidak muncul ke permukaan karena rezim membungkam para pihak yang berseteru atau melarang media meliput konflik tersebut atas nama ketertiban umum. Pasca reformasi, setiap orang atau kelompok dengan bebas menyatakan pendapat di muka publik, bahkan mereka yang menggunakan kekerasan. Di lain pihak, media massa, online maupun offline, bebas memberitakan sehingga konflik keagamaan menjadi masalah bersama.

Sayangnya, laporan media massa, laporan pemantauan maupun produk penelitian keagamaan lebih banyak mengkaji dan menyajikan data mengenai konflik keagamaan yang gagal diatasi. Amat sedikit sekali laporan, media massa maupun lembaga penelitian, yang menyediakan data mengenai konflik yang berhasil diatasi. Padahal, kita dapat mengambil pelajaran mengenai bagaimana menangani konflik dari kasus-kasus di mana konflik tersebut berhasil diatasi.

Insiden konflik antarkelompok agama, Natal Bersama, di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, tahun 2012 adalah satu di antara konflik keagamaan yang berhasil diatasi. Kasus ini mengemuka saat Badan Kerja Sama Antar Gereja (BKSAG) akan menjalankan kegiatan tahunan itu diadakan di Alun-alun mini Sidomulyo. Kegiatan ini mendapat reaksi penolakan dari sekelompok umat Islam di Kabupaten Semarang. Mereka menolak ibadah Natal Bersama karena pelaksanaannya persis di depan masjid. Tak hanya menolak, mereka juga mengancam akan membubarkan ibadah Natal Bersama jika pemerintah bersikeras mengizinkan.

Pemerintah, dalam hal ini Bupati dan jajarannya, tetap mengizinkan kegiatan tahunan itu. Aparat keamanan—polisi, TNI dan Satpol PP—berdiri pada posisi yang sama dengan Bupati. Mereka bersiaga penuh untuk mengamankan pelaksanaan kegiatan Natal Bersama. Konsistensi pemerintah dan kesiagaan aparat keamanan ini mendapat dukungan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat di Kabupaten Semarang. Meski ancaman tetap meneror panitia pelaksana, ibadah tersebut berlangsung khidmat, tanpa gangguan apapun. Di tengah pesimisme sejumlah kalangan, kasus ini ibarat cahaya di tengah gelapnya penanganan konflik keagamaan di Indonesia.

Tulisan ini bermaksud mengurai proses bagaimana penanganan konflik dalam kasus ini. Pelajaran apa yang bisa dipetik dan bisa ditularkan dalam kasus serupa di tempat lain di Indonesia? Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat penanganannya? Setelah mengurai kerangka teori dan deskripsi kasus, artikel ini mengurai bagaimana proses penanganan konflik berlangsung. Pada bagian akhir, tulisan ini menarik sejumlah kesimpulan dan implikasinya.

[1] Dalam sejumlah laporan, kekerasan dalam konflik keagamaan meningkat. Lihat misalnya laporan HRWG, Atas Nama Agama: Pelanggaran Terhadap Minoritas Agama di Indonesia, Jakarta: 2013; atau laporan Human Right Watch, World Report 2014 event 2013, USA: 2014.

Lebih lengkap unduh di sini –> Mencegah Eskalasi Konflik.

Written by Admin

July 24, 2014 at 10:10 am

Posted in Esai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: