May 2015
M T W T F S S
« Mar    
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Follow me on Twitter

Anda Pengunjung ke...

  • 30,976

Sisi Gelap Demokrasi: Kekerasan Masyarakat Madani di Indonesia

Berikut ini, keterangan buku yang baru saja terbit. Bersama Irsyad Rafsadi, saya mengedit buku ini.

Salah satu capaian penting reformasi di Indonesia adalah tumbuhnya masyarakat madani (civil society) yang kuat. Namun, beberapa di antara organisasi masyarakat madani yang paling efektif dewasa ini justru adalah kelompok-kelompok Islamis garis-keras yang mendakwahkan intoleransi dan menyebarluaskan kebencian. Di beberapa wilayah, seperti Jawa Barat dan seputar Jakarta, organisasi-organisasi ini terbukti amat memengaruhi agenda kebijakan publik, dengan mendesak pemerintah—baik di tingkat lokal maupun nasional—untuk menerapkan pandangan mereka mengenai moralitas dan pemahaman mereka mengenai ortodoksi. Meskipun mengusung agenda-agenda yang antidemokrasi, semua organisasi di atas justru memanfaatkan ruang-ruang bebas yang disediakan demokrasi. (more…)

Babak Baru Ketegangan Islam dan Kristen di Indonesia

Book Review

Melissa Crouch, Law and Religion in Indonesia: Confict and the Courts in West Java, (New York: Routledge Contemporary Southeast Asia Series. 2014), xxvi + 214 pages.

Beberapa bulan lalu, beredar video di jejaring sosial Yutubeberjudul “Spesial: Kristenisasi Terselubung di Car Free DayJakarta.” Video tersebut merekam wawancara a la jurnalis kepada warga yang menerima sejumlah pernak pernik, yang dianggap mewakili ajaran Kristen. Bagian lain video ini menggambarkan seorang anak membaca puisi sebelum menerima susu sebagai hadiah. Video ini ditutup dengan penelusuran makna di balik kata dan simbol tersebut melalui google. Jawaban mesin pencari itu seakan membuktikan bahwa di balik gambar dan tulisan pernak pernik itu adalah ajaran Kristen dan, karenanya, aktivitas tersebut merupakan kristenisasi terselubung. (more…)

Memahami Kembali Arti Keragaman

Saya lagi bongkar-bongkar dokumen di website. Saya menemukan tulisanku yang terbit tahun 2010 versi pdf.

Abstraknya demikian: “Dalam hidup berbangsa dan bernegara, keragaman memiliki akar mendalam berdasarkan keterbatasan pada pengetahuan, penginderaan, akal dan komunikasi bahasa. Keterbatasan ini dalam interaksi sosial melahirkan pengelompokan-pengelompokan dalam masyarakat sebagai identitas. Sayangnya konstelasi antar identitas tidak hanya melahirkan kerjasama tetapi seringkali berbuntut kekerasan dan menelan korban. Konstelasi yang tidak menguntungkan ini umumnya dalam masa transisi, negara masih berkonsentrasi memperbaiki mekanisme menuju sistem demokrasi yang adil, transparan dan terbuka.

Yang menjadi pertanyaan kemudian, kenapa pengetahuan tentang keragaman yang diajarkan di sekolah tidak berbanding lurus dengan harmoni sosial? Kenapa kita lebih sering memaknai keragaman atau pluralitas sebagai ancaman ketimbang rahmat? Lalu bagaimana mengelola  keragaman agar kehidupan sosial kita tetap harmoni dan menjadi sumber kekuatan di mata dunia?

Versi online juga sudah saya posting di blog ini. Saya sediakan versi pdf siapa tahu lebih suka baca di pdf.

Artikel bisa anda unduh di sini

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,534 other followers